Monday, July 22, 2013

Dialog Penghuni Surga dan Neraka



Dialog Penghuni Surga dan Neraka (Ashab Araf)

Di dalam al-Quran ada sebuah surah bernama al-A'raf. Surah ini mengisyaratkan tentang ashab A'raf dan ciri-ciri mereka. A'raf merupakan sebuah tempat yang tinggi di Hari Kiamat. Mereka yang berada di ketinggian itu adalah sekumpulan orang yang ikhlas dan kedudukannya lebih tinggi dari semua yang hadir di padang Mahsyar. Mereka berada satu kedudukan tinggi yang boleh melihat dua kelompok, baik kelompok penghuni surga maupun kelompok penghuni neraka.

Allamah Muhammad Husein Thabathabai, mufasir besar al-Quran dalam menganalisa ayat-ayat ini menjelaskan bahawa yang dimaksud dengan ashab A'raf adalah orang-orang yang dekat dengan Allah yang berada di tempat yang tinggi. Mereka mengenali para penghuni surga dan neraka dari wajah-wajah dan tanda-tandanya.

Ashab A'raf selain berdialog dengan para penghuni surga, mereka juga berdialog dengan para penghuni neraka. Dialog mereka dengan para penghuni neraka antara lain berupa celaan terhadap mereka yang menjadi pemuka kesesatan. Sementara dialog dengan para penghuni surga berupa ucapan selamat dan salam kepada mereka.

Dalam surah al-A'raf disebutkan tentang dialog antara ashab A'raf dengan para penghuni surga dan penghuni neraka.

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".
Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu".

(Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (Kepada orang mukmin itu dikatakan): "Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati".

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir." (QS. A'raf:46-50)

Dalam lanjutan ayat-ayat ini, al-Quran menyimpulkan bahwa azab ilahi adalah hak mereka yang memperlekeh dan mengejek perintah Allah. Mereka menjadi sombong dan lalai oleh Gemerlapan dunia. Padahal al-Quran telah memberikan peringatan dengan jelas:

"(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka". Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. A'raf:51-52)

Berdasarkan firman-Nya yang berbunyi, "Kami tidak memikulkan beban kepada siapapun melainkan atas dasar kemampuannya", Allah memberikan kabar gembira bahwa mereka yang beriman dan beramal saleh akan menjadi penghuni surga dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Berbahagialah mereka yang lebih mengakrabkan diri dengan Allah dan hanya memohon keridhaan-Nya di bulan Ramadhan yang penuh dengan rahmat, keberkatan dan keampunan ini.

No comments:

Post a Comment