Monday, September 24, 2012

FILM “Innocence Of Muslims”



FILM “Innocence Of Muslims” yang menghina Islam, Nabi Muhammad dan Umat Islam.
Film kontroversial “Innocence Of Muslims” saat ini mungkin menjadi film yang paling banyak diperbincangkan di seluruh dunia. Selain isinya yang menyinggung penganut islam, yakni penghunaan terhadap sosok Nabi Muhammad Saww, juga film ini disebut-sebut sebagai penyebab utama dari peristiwa “berdarah” di Libya yang mengorbankan 4 diplomat Amerika Serikat (AS), yang salah satunya adalah Duta Besar AS untuk Libya, Christhoper Stevens.
Film berdurasi sekitar dua jam ini dibuka oleh adegan seorang wanita yang dikejar-kejar oleh sekelompok orang yang bersenjata. Wanita itu kemudian dilindungi oleh seseorang yang menceritakan “mengapa muslim boleh sekejam itu”. Setelah itu, isi film yang diarahkan oleh sosok bernama Sam Bacile, yang dipercayai seorang Yahudi penganut agama Kristen Koptik, menceritakan latar belakang sosok Nabi Muhammad Saww.

Kekurangajaran film ini, alih-alih “flash back” ke belakang, pada masa Nabi Saww, yang didukung oleh fakta sejarah, film ini justru menggambarkan sosok Nabi yang menyimpang jauh dari “rel sejarah” yang dikenal oleh para Sejarawan, baik muslim atau pun non muslim.
Nabi Saww, pada film tersebut, digambarkan sebagai sosok yang sangat keji. Beliau Saww dituduh sebagai sosok pria yang haus darah, pengamal pedofilia, -maaf- gila seks, dan seorang homo seksual. Bahkan film itu dengan beraninya menggambarkan sosok Nabi Saww sedang berhubungan intim.

Sebenarnya, film yang mulai dibuat pada musim panas 2011 ini pernah di realese di AS pada bulan Juli lalu. Namun karena dirilis secara terbatas, maka tak banyak yang mengetahui film “sampah” itu. Film ini mulai mengundang polemik ketika didubbing dan “trailer”-nya mulai ditayangkan di “Youtube”, di awal minggu ini dan sempat ditayangkan di sebuah stesyen televisyen di Mesir.

Film “Innocence Of Muslims” sendiri mulai menarik perhatian di dunia Arab setelah ditulis oleh seorang blogger Kristen Koptik asal Mesir bernama Morris Sadek. Morris sendiri adalah salah satu pendiri grup anti Islam bernama National American Coptic Assembly. Saat ini, Morris tinggal di California, Amerika Syarikat, setelah kewarganegaraannya dicabur oleh Mesir saat menyerukan agar Negaranya diserang.

Kontroversi film ini tak berhenti di masalah penghinnan terhadap Nabi Muhammad Saww saja, melainkan menular kepada fakta mengejutkan bahwa para pelakon film, yang berjumlah sekitar 59 orang dan 45 orang kru, mengaku tak tahu menahu tentang film tersebut. Mereka merasa ditipu oleh pengarah yang membuat film “Innocence Of Muslims”.

Cindy Lee Garcia, misalnya, yang terlihat muncul sebentar dalam potongan adegan dalam film itu, mengaku tahun lalu dipanggil ikut serta dalam film itu. Sepengetahuannya, film itu berjudul “Desert Warrior” alias “Ksatria Padang Pasir”, yang menceritakan karakter seorang bernama “Master George”, dan bukan Muhammad.

Tak pelik, Cindy merasa ditipu mentah-mentah oleh pengarah film itu. Ia, di beberapa media asing, mengaku tak tahu bahwa film yang dibintanginya adalah film propaganda anti Islam. Apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur, adegan di mana Cindy dipaksa menyerahkan anak perempuannya ke sosok bernama “Master George” sebenarnya ialah film yang menghina umat Islam di seluruh dunia.

Cindy memberikan bukti yaitu di minit ke 9:03, di mana Cindy ,dalam kisah film itu, bertengkar dengan suaminya yang ingin memberikan anaknya kepada seseorang (Ibunda Aisyah?). “Apakah Muhammad seorang penyiksa,” ujar tokoh yang diperankan cindy pada dialog pasca produksi. Sebelumnya, menurut Cindy, percakapan yang terjadi saat shooting ialah, “Apakah tuanmu adalah penyiksa.”

Satu lagi fakta yang masih tersembunyi adalah sosok Sam Bacile, pengarah film. Menurut hasil investigasi Associated Press (AP) nama Sam Bacile adalah nama samaran bagi pengarah. Ada dawaan bahwa nama sebenarnya ialah Nakoula Basseley Nakoula, seorang penganut Kristen Koptik, yang saat ini tinggal di California, AS. Namun Nakoula menolak kalau dialah pengarah film kontroversi itu, walau ia mengakui mengenal sosok Sam Bacile.
Terlepas dari siapa sebenarnya sosok Sam Bacile, film yang diarahkannya kini telah memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. Tidak hanya umat Islam, Presiden Barrack Obama, mantan Presiden Bill Clinton, bahkan Vatikan-pun mengutuk isi film itu dan menganggapnya sebagai film “sampah” yang memancing perseteruan baru antara Islam dan Barat, Kristen -khususnya.

Jadi, bagaimana sikap umat Islam tentang isu ini?. Mengutip artikel Bambang W Pranowo, pada saat hebohnya film “Fitna” yang berisi kurang lebih sama dengan “Innocence Of Islam, bahwa sebaiknya kita bersikap seperti Abdul Muthalib, yang tetap tenang -walau marah- ketika Ka’bah diserang oleh pasukan Abraha dengan tentera gajah-nya. Walhasil, Tuhan menghukumnya langsung hingga habis tak tersisa.

Siapapun pembuat film itu adalah Abraha masa kini. Kita, sebagai yang dilecehkan, harus bersikap tenang, walau kemarahan itu ada, dan tidak boleh bersikap reaktif yang berlebihan, apalagi anarkis, yang akan merusak tatanan bernegara dan menambah stigma negatif tentang Islam.

Isteri-isteri dan Anak-anak Nabi


Isteri-isteri Rasulullah's shallallahu ‘alaihi wasallam :

 1. Khadijah binti Khuwailid r.a.
 2. Saudah binti Zum'ah r.a.
 3. Aisyah binti Abu Bakar r.a.
 4. Hafsah binti Omar Al-Khattab r.a.
 5. Zainab bin Jahsyin r.a.
 6. Zainab binti Khuzaimah r.a.
 7. Ummu Salamah (Hindon binti Abi Umaiyah) r.a.
 8. Ummu Habibah (Ramlah binti Abi Sufian) r.a.
 9. Juwairiyah binti Al-Harith r.a.
10. Maimunah binti Al-Harith r.a.
11. Safiah binti Hoiyi bin Ahtab r.a.
12. Mariyah Al-Qibtiyah r.a.

Anak-anak Rasulullah's shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Khadijah r.a. :


1. Al-Qasim
2. 'Abdullah
3. Zainab
4. Ruqaiyah
5. Ummu Kalthum
6. Fatimah

Anak Rasulullah's shallallahu ‘alaihi wasallam dengan Mariyah Al-Qibtiyah r.a. :
1. Ibrahim


UMRAH MURAH



SEPULUH KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK


Anak adalah amanah bagi kedua ibubapanya. Maka, kita sebagai orang tua bertanggung jawab terhadap amanah ini. Tak sedikit kesalahan dan kelalaian dalam mendidik anak telah menjadi fenomena yang nyata. Sungguh merupakan malapetaka besar, dan termasuk mengkhianati amanah Allah.

Adapun rumah, adalah sekolah pertama bagi anak. Kumpulan dari beberapa rumah itu akan membentuk sebuah bangunan masyarakat.

Bagi seorang anak, sebelum mendapatkan pendidikan di sekolah dan masyarakat, ia akan mendapatkan pedidikan di rumah dan keluarganya. Ia merupakan prototaip kedua ibubapanya dalam berinteraksi sosial. Oleh karena itu, disinilah peranan dan tanggung jawab ibibapa, dituntut untuk tidak lalai dalam mendidik anak-anak.

BAHAYA LALAI DALAM MENDIDIK ANAK
Ibu dan bapa memiliki hak yang wajib dilaksanakan oleh anak-anaknya. Demikian pula anak, juga mempunyai hak yang wajib dipikul oleh kedua ibibapanya. Disamping Allah memerintahkan kita untuk berbakti kepada kedua ibubapa, Allah juga memerintahkan kita untuk berbuat baik (ihsan) kepada anak-anak serta bersungguh-sungguh dalam mendidiknya. Demikian ini termasuk bahagian dari menunaikan amanah Allah. Sebaliknya, melalaikan hak-hak mereka termasuk perbuatan khianat terhadap amanah Allah. Banyak nash-nash syar’i yang mengisyaratkannya. Allah berfirman.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا اْلأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…[An Nisa’:58].

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَخُونُوا اللهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ 

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahuai. [Al Anfal:27].

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْؤُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالإِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْؤُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ و رَجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ وَ مَسْؤُوْ لٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ 

Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggung-jawaban terhadap yang dipimpin. Maka, seorang imam adalah pemimpin dan bertangung jawab terhadap yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya dan bertanggung jawab terhadap yang dipimpinnya. [HR Al Bukhari].

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعيْهِ اللهُ رَعِيَّةً يَمُوْتُ يَوْمَ يَمُوْتُ وَ هُوَ غَاشٍ لِرَعِيَّتِهِ إلاَّ حّرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ 

Barangsiapa diberi amanah oleh Allah untuk memimpin, lalu ia mati (sedangkan pada) hari kematiannya dalam keadaan mengkhianati amanahnya itu, niscaya Allah akan mengharamkan surga baginya. [HR Al Bukhari]
UMRAH MURAH DISINI


SEPULUH KESALAHAN DALAM MENDIDIK ANAK


Meskipun ramai ibubapa yang mengetahui, bahwa mendidik anak merupakan tanggung jawab yang besar, tetapi masih ramai yang lalai dan menganggap remeh masalah ini. Sehingga mengabaikan masalah pendidikan anak ini, sedikitpun tidak menaruh perhatian terhadap perkembangan anak-anaknya.

Sehingga  apabila anak-anak telah berbuat durhaka, melawan orang tua, atau menyimpang dari aturan agama dan masyarakat, barulah kelamkabut, justru menyalahkan anak-anaknya. Tragisnya, banyak yang tidak sadar, bahwa sebenarnya ibubapalah yang menjadi penyebab utama munculnya sikap durhaka itu. Lalai atau salah dalam mendidik anak itu ada bermacam-macam bentuknya; yang tanpa kita sedari yang menjadi penyebab munculnya sikap durhaka kepada ibubapa, maupun kenakalan remaja.

Berikut ini sepuluh bentuk kesalahan yang sering dilakukan oleh ibubapa dalam mendidik anak-anaknya.

1. Menumbuhkan Rasa Takut Dan Minder Pada Anak.
Kadang, ketika anak menangis, kita menakut-nakuti mereka agar berhenti menangis. Kita takuti mereka dengan gambaran hantu, jin, suara angin, dan lain-lain. Dampaknya, anak akan tumbuh menjadi seorang penakut; takut pada bayangannya sendiri, takut pada sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditakutinya. Misalnya: takut ke kamar mandi sendiri, takut tidur sendiri karena seringnya mendengar cerita tentang hantu, jin dan lain-lain. Dan yang paling parah, tanpa disadari, kita telah menanamkan rasa takut kepada dirinya sendiri. Atau misalnya, kita khawatir ketika mereka jatuh dan ada darah di wajahnya, tangan atau lututnya. Padahal semestinya, kita bersikap tenang dan menampakkan senyuman menghadapi ketakutan anak tersebut. Bukannya justru menakuti-nakutinya, menampar wajahnya, atau memarahinya serta membesar-besarkan masalah. Akibatnya, anak akan semakin keras tangisnya, dan akan terbiasa menjadi takut apabila melihat darah atau merasa sakit.

2. Mendidiknya Menjadi Sombong, Panjang Lidah, Congkak Terhadap Orang Lain. Dan Itu Dianggap Sebagai Sikap Pemberani.
Kesalahan ini merupakan kebalikan point pertama. Yang benar ialah bersikap tengah-tengah, tidak berlebihan dan tidak dikurang-kurangi. Berani tidak harus dengan bersikap sombong atau congkak kepada orang lain. Tetapi, sikap berani yang selaras tempatnya dan rasa takut apabila memang sesuatu itu harus ditakuti. Misalnya: takut berbohong, karena ia tahu, jika Allah tidak suka kepada anak yang suka bohong, atau rasa takut kepada binatang buas yang membahayakan. Kita didik anak kita untuk berani dan tidak takut dalam mengamalkan kebenaran.

3. Membiasakan Anak-Anak Hidup Berfoya-Foya, Bermewah-Mewah Dan Sombong.
Dengan kebiasaan ini, sang anak bisa tumbuh menjadi anak yang suka kemewahan, suka bersenang-senang. Hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak peduli terhadap keadaan orang lain. Mendidik anak seperti ini dapat merusak fitrah, membunuh sikap istiqamah dalam bersikap zuhud di dunia, membinasakan muru’ah (harga diri) dan kebenaran.

4. Selalu Memenuhi Permintaan Anak.
Sebagian orang tua ada yang selalu memberi setiap yang diinginkan anaknya, tanpa memikirkan baik buruknya bagi anak. Padahal, tidak setiap yang diinginkan anaknya itu bermanfaat atau sesuai dengan usia dan keperluannya. Misalnya: si anak minta beg baru yang mengikut trend, padahal baru sebulan yang lalu bapanya telah membelikan beg baru. Hal ini hanya akan membazirkan wang. Kalau anak terbiasa dengan sikap sebegini, maka mereka akan membesar menjadi anak yang tidak peduli pada nilai wang dan betapa beratnya mencari nafkah. Mereka akan menjadi orang yang tidak boleh dan tidak berupaya untuk membelanjakan wangnya dengan baik.

5. Selalu Memenuhi Permintaan Anak, Ketika Menangis, Terutama Anak Yang Masih Kecil.
Sering terjadi, anak kita yang masih kecil minta sesuatu. Jika kita menolaknya karena suatu alasan, ia akan memaksa atau mengeluarkan senjatanya, yaitu menangis. Akhirnya, orang tua akan segera memenuhi permintaannya karena kasihan atau agar anak segera berhenti menangis. Hal ini dapat menyebabkan sang anak menjadi lemah, cengeng dan tidak punya jati diri.

6. Terlalu Keras Dan Kaku Dalam Menghadapi Mereka, Melebihi Batas Kewajaran.
Misalnya, dengan memukul mereka hingga cedera, memarahinya dengan bentakan dan cacian, ataupun dengan cara-cara keras lain. Ini kadang terjadi, ketika si anak sengaja berbuat salah. Padahal ia (mungkin) baru sekali melakukannya.

7. Terlalu Pelit Pada Anak-Anak, Melebihi Batas Kewajaran.
Ada juga ibubapa yang terlalu lokek kepada anak-anaknya, hingga anak-anaknya merasa keperluannya tidak dipenuhi. Pada akhirnya, mendorong anak-anak itu untuk mencari wang sendiri dengan berbagai cara. Misalnya: dengan mencuri, meminta-minta pada orang lain, atau dengan cara lain. Yang lebih parah lagi, ada ibubapa yang tergamak menghantar anak-anaknya ke pusat perlindunagn kanak-kanak demi Untuk mengurangkan mengurangi beban tanggungjawabnya. Bahkan, ada pula yang tergamak menjual anaknya, karena merasa tidak mampu membiayai hidup. Na’udzubillah min dzalik.

8. Tidak Mengasihi Dan Menyayangi Mereka, Sehingga Membuat Mereka Mencari Kasih-Sayang Di Luar Rumah Hingga Menemukan Yang Dicarinya.
Fenomena demikian ini banyak terjadi. Telah menyebabkan anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan bebas, wa’iyadzubillah. Seorang anak perempuan misalnya, karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya, ia mencari perhatian dari laki-laki di luar lingkungan keluarganya. Dia merasa selesa mendapatkan perhatian dari laki-laki itu, karena sering memujinya, merayu dan sebagainya. Hingga ia rela menyerahkan kehormatannya demi cinta.

9. Hanya Memperhatikan Keperluan Jasmaninya Saja.
Banyak ibubapa yang mengira, bahwa mereka telah memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Berasa telah memberikan pendidikan yang baik, makanan dan minuman yang berzat, pakaian yang bagus dan sekolah yang berkualiti, tetapi, tidak ada berupaya untuk mendidik anak-anaknya agar beragama secara benar serta berakhlak mulia. Ibubapa sering lupa, bahwa anak tidak cukup hanya diberi material saja, kerana anak-anak juga memerlukan perhatian dan kasih-sayang. Bila kasih-sayang tidak didapatkan di rumahnya, maka ia akan mencarinya dari orang lain.

10. Terlalu Berprasangka Baik Kepada Anak-Anaknya.
Ada sebahagian ibubapa yang selalu berprasangka baik kepada anak-anaknya. Menyangka, bila anak-anaknya baik-baik saja dan merasa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, tidak pernah menyelidik keadaan anak-anaknya, tidak mengenal teman-teman rapat anaknya, atau apa saja aktivitinya. Terlalu percaya kepada anak-anaknya. Tetapi, apabila mendapati anaknya terkena musibah atau gejala menyimpang, misalnya terlibat dengan gejala dadah, barulah tersentak, dan berusaha pula untuk menutupinya serta  memaafkannya. Akhirnya yang yang tinggal adalah penyesalan tak berguna.

Demikianlah sepuluh kesalahan yang sering dilakukan ibubapa. Yang mungkin, kita juga tidak menyadari bila telah melakukannya. Untuk itu, marilah berusaha untuk terus mencari ilmu, terutama berkaitan dengan pendidikan anak. Agar kita terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mendidik anak, yang boleh menjadi fatal akibatnya bagi masa depan mereka. Kita selalu berdo’a, semoga anak-anak kita membesar  menjadi generasi soleh dan solehah, serta berakhlak mulia. Wallahu a’lamu bishshawaab.

UMRAH MURAH DISINI

Maraji: At Taqshir Fi Tarbiyatil Aulad, Al Mazhahir Subulul Wiqayati Wal ‘Ilaj, Muhammad bin Ibrahim Al Hamd.

Sunday, September 23, 2012

Mukjizat Nabi S.A.W



Mukjizat yang paling besar sehingga ke hari ini adalah al-Quran itu sendiri. Sejak 1400 tahun lalu, al-Quran tetap terjaga keasliannya. Di dalam Quran terdapat rahsia sains moden.

Selain itu mukjizat lainnya adalah ajaran Islam itu sendiri. Sejak 1400 tahun lalu, Muhammad saw mengatakan bahawa babi dan arak itu adalah haram dan dilarang untuk di makan dan diminum. Sampai sekarang hukum ini tetap dipatuhi oleh ummat Islam walaupun sudah 14 abad berlalu. Berbeda dengan ajaran Nabi Isa yang telah diseleweng dan diubah oleh Paulus.
Selain itu mukjizat yang pernah dilakukan oleh Muhammad saw dengan izin Allah swt adalah membelah bulan. Adakah ini benar? Mari kita mencari kebenarannya.
Benarkah peristiwa menakjubkan Rasulullah dengan izin Allah membelah bulan 14 abad yang lalu betul-betul terjadi? Apapun yang datang dari Allah dan Rasulnya, masuk akal ataupun tidak, kita tidak boleh untuk menafikan kebenarannya. Semoga fakta ini boleh menambah keyakinan kita terhadap sebuah kebenaran. 

Kebenaran yang mutlak dari-Nya.
"Sungguh telah dekat hari kiamat, dan bulan pun telah terbelah" 
(Q.S. Al-Qamar: 1)
Ayat Al-Qur'an di atas ini telah menyebabkan seorang insan memeluk Islam.

Ini Adalah Kisahnya : Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar

Dalam temu bual di televisyen bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr.Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggeris bertanyakan soalan kepadanya, adakah ayat dari surat Al-Qamar (ayat di atas) memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah?
Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar telah menjawabnya seperti di bawah ini:

Mengenai ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sebelum ini saya pernah mengadakan pembentangan di Universiti Cardiff, dan para peserta yang hadir datangnya dari pelbagai bangsa dan agama, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tajuk diskusi ketika itu adalah mengenai mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? 

Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah dirungkaikan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak dapat diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sebab ia tidak dapat menjagkaunya.

Mengenai terbelahnya bulan, perkara itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad s.a.w sebagai bukti kenabian dan kerasulannya sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat itu disaksikan oleh setiap orang yang melihatnya pada masa itu. 

Andainya perkara itu tidak tertulis di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani dan percaya akan kejadian tersebut. Walaubagaimanapun kejadian bulan terbelah itu memang benar terkandung di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun menceritakan semula kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah ini berlaku sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, cuba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang dapat membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kamu inginkan ? Mereka menjawab: Cuba membelah bulan, .."

Rasulullah berdiri dan terdiam, berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad supaya mengarahkan telunjuknya ke bulan. Selepas itu Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berkata, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahawa sihir boleh saja "menyihir" orang yang ada disekelilingnya tetapi tidak dapat menyihir orang yang tidak berada ditempat kejadian. Mereka menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan untuk mendapatkan kepastian. Maka orang Quraisy pun segera menuju keluar dari kotaMekkah untuk menanti orang yang baru pulang dari perjalanan.

Ketika datangnya rombongan pertama yang menuju ke Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kamu melihat sesuatu yang aneh terhadap bulan?" Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dan saling berjauhan antara keduanya dan kemudian kembali bercantum."
 
Maka sebahagian dari mereka beriman, dan sebagian lainnya tetap kafir (ingkar). Oleh kerana itu, Allah menurunkan ayat-Nya:

Sungguh, telah dekat hari kiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, mereka pun ingkar lagi berpaling sambil berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus berlaku", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka.

Ini adalah kisah yang benar, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, seorang muslim warga Inggeris berdiri dan memperkenalkan diri, "Saya Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Britain. Bolehkah saya menambah sedikit mengenai apa yang kita bincangkan tadi?"

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: "silakan."

Daud Musa Pitkhok berkata, "Saya pernah meneliti agama-agama lain (sebelum memeluk Islam) dan salah seorang rakan muslim menunjukkan sebuah terjemah dan makna-makna Al-Qur'an. Saya amat berterima kasih kepadanya dan saya membawa terjemah itu pulang ke rumah. Ketika saya menyelak-nyelak terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, saya terbaca sepotong ayat, telah dekat hari kiamat dan bulan pun telah terbelah.
Saya berfikir seketika, adakah ayat ini masuk akal? Adakah mungkin bulan boleh terbelah dua dan kemudian bercantum kembali? Kalaulah benar, kekuatan apakah yang dapat melakukan perkara itu?. Saya berhenti dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan meneruskan kehidupan seharian seperti biasa. Akan tetapi Allah Maha Mengetahui tentang tahap keikhlasam hamba-Nya dalam mencari kebenaran. Tidak lama selepas itu saya menonton bual bicara di televisyen. Bual bicara itu berlangsung diantara host seorang Inggeris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS.

Ketiga-tiga pakar angkasa tersebut menceritakan tentang kos kewangan yang begitu besar dalam rangka melakukan perjalanan ke angkasa, padahal pada waktu  yang sama dunia sedang mengalami masalah kebuluran, kemiskinan, wabak penyakit dan peperangan. Host pun berkata, "Kalaulah dana itu digunakan untuk mengamankan dunia ini, tentulah lebih berguna". Ketiga-tiga pakar itu membela diri dengan membela projek angsa lepasnya sambil berkata, "Projek angkasa lepas ini akan membawa kesan yang sangat positif kepada kehidupan manusia dalam bidang perubatan, industri, dan pertanian. Jadi dana kewangan tersebut bukanlah sesuatu yang sia-sia tetapi ianya dalam rangka pembangunan dan kemajuan kehidupan manusia.
Perbincangan selepasnya berkisar tentang angkasawan menjejakkan kakinya di bulan, dimana penerokaan angkasa raya ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar fakta itu, host begitu terkejut dan berkata, "Dana begitu besar digunakan dan dibuang oleh AS hanya untuk  mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, tujuannya tidak semata-mata mendarat di bulan tetapi kami mahu mengkaji kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri." 

Selepas mendengar penerangan mereka, host Inggeris itu bertanya, "Jadi apa yang kamu temui selepas kajian dijalankan"

Mereka menjawab, "Terbukti bulan pernah terbelah pada masa dulu, kemudian kembali bercantum. 
Host rancangan bertanya lagi, "Bagaimana kamu semua yakin terhadap kejadian itu?" 
Mereka menjawab, "Kami dapat tahu dari penemuan dan kajian ke atas batuan-batuan dan kami dapati yang batuan tersebut terpisah di permukaan bulan sehinggakan ke dalam (perut) bulan. Selepas itu kami meminta para pakar geologi untuk merungkai misteri ini, dan mereka mengatakan bahawa perkara ini tidak mungkin terjadi kecuali jika bulan pernah terbelah dan bercantum semula".

Mendengar penjelasan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Britain itu berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah berlaku pada diri Muhammad s.a.w 1400-an tahun yang lampau. AS menggunakan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih hanya untuk memastikan kebenaran isi kandungan Al-Quran. Agama Islam ini tidak mungkin salah. Saya membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan saya membaca surat Al-Qamar. Itulah kisah awal saya menerima dan memeluk Islam.

Semua mukjizat yang terjadi adalah atas dasar kehendak Allah swt itu sendiri, bukan kerana keinginan Muhammad saw seorang tetapi atas dasar bantuan Allah swt. Sama halnya yang terjadi terhadap Nabi Isa (Jesus), bahawa beliau boleh menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang buta dan lain-lain. Semua itu adalah atas dasar kehendak Allah swt.